hari ini FTIF bertanding melawan FTSP.
awalnya gag nyangka bisa sampe bertanding di final ini. Perjuangan mengalahkan FTK kemudian mengalahkan FTI hingga akhirnya mengantarkan FTIf berdiri di panggung final melawan si pemegang tradisi juara, FTSP.
Awalnya biasa aja sih, tau penantang selanjutnya FTSP. Tapi sewaktu main lawan FTI ternyata ada seseorang yang gg sengaja ku temui di CIDO dan akhirnya ketemu di lapangan Flexy malam itu. Memakai kostum basket berwarna putih. ENtah kenapa setelah bertahun-tahun ternyata sinyal saya masih kuat. LAngsung tiba2 mata pengen menuju kerumunan orang yang ada di right part dari Flexy court. Kayaknya ada yang dikenal… Ya, itu dia. dia ada disitu.
kukumpulkan semua keberanianku untuk menyapanya. Hanya sekedar untuk menyapanya.
Tapi apa yang terjadi? aku hanya berdiam membiarkan dia berlalu begitu saja.
Ya sudahlah, toh besok ketemu, pikirku.
benar tebakanku. Hari ini di pentas final aku bertemu dengannya.
tak ada pikiran macem2 muncul dalam benakku. Hanya melihatnya membuat aku kembali ke masa jahiliyah dulu. mengagumi seseorang, melakukan apapun untuk dekat denggannya.
Ya menit berganti menit, waktu berlalu begitu cepat saat itu.
Hanya bisa melihatnya di bangku cadangan. Tapi cukuplah puas melihatnya hanya bermain beberap menit tapi bener2 shooter yg baik. dy gg pointless. Swear membuat aura mukanya terlihat lebih cerah. *terlihat lebih jantan*….
Pertandingan berakhir 55 – 46 *kalo gg salah*. Sengaja untuk tidak beranjak pulang. Menunggu ada kesempatan menyapa dirinya dan mengucapkan selamat.
Tapi ternyata hanya ada kesempatan saat berada di parkiran. MAsih sempat menyalami tangannya dan mengucapkan selamat atas keberhasilannya. Asli gemetaran tanganku menyalaminya saat itu. Karena terlalu groginya aku ta mengulur waktu disitu. Ak ggmau kejadian di CIDO terulang lagi. Saking nervousnya, aku sampe speechless. Pertanyaan survei gg aku tanyain secara lisan. Kertasnya ku berikan padanya dan menyruhnya menjawab semua pertanyaan kuesioner. padahal skenarikonya, saya- yg notabene masih kaget bertemu dirinya di CIDO- merencanakan akan menginterviewnya. Tapi lidah ini kelu, tak sanggup berkata banyak.
Semoga kita bertemu di tahun depan. Tapi bukan kamu sebagai pemain. Semoga kita bertemu di tahun depan sebagai penikmat pertandingan b asket aja dan kamu telah lulus dengan nilai yang baik.
Amien.
Ya Allah aku memohon padamu. Kobarkan api ini. agar aku tak semakin terpuruk pada seseorang yang selalu ku tunggu tapi ak tak tau apa dy menunggu ku. Agar aku tak terpuruk pada orang ini, orang yang ketika melihatnya dengan orang yang lain lagi, aku tak kuasa mlihat mereka. Agar aku tak terpuruk pada orang ini. Ya orang ini Ya Allah Maha Kuasa. Allah Yang Maha Memiliki, pemilik hati ini.
