NanoNano, rame rasanya.

Namun entah mengapa sebabnya, aku jatuh cinta.

Tak ada yg bisa saya lakukan dikamar yang berukuran 3×4 ini. Sejak sore hari yang saya lakukan hanya berputar-putar melihat dinding dan memainkan si JengApi. Putarputar lagu, mendayu-dayu. Sepertinya malam ini saya sedang mellow. Mendengar lagu sedih sepertinya membuat saya malah lebih tenang. Dapat bercucuran airmata dan tak ada sorang pun yang tahu.

Hingga malam menjelang, saya pun masih tetap di koordinat yang sama. Tidak berpindah, tidak bergerak, tidak berasa. Semua tampak mati. Begitupun semangat saya. Sebelum hari itu, saya sudah biasa saja. bahkan saya mati rasa. Tapi entah setelah hari itu, gejolak nya membara lagi. Gejolaknya memanas lagi. Seperti ada api yang tak kunjung padam.

Saya tak pernah berharap banyak padanya. Bahkan sedikit pun tidak. Saya hanya ingin dapat berteman seperti sedia kala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s